Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang sedang dibangun di seluruh pelosok negeri secara makro merupakan konsep yang bagus supaya memindahkan aset negara dari orang-orang yang memanfaatkan di atas (pusat) ke desa-desa.
“Pendapat saya ada dua. Pertama secara makro bagus konsepnya yakni memindahkan aset negara dari orang-orang yang memanfaatkan di atas ke desa-desa. Kedua, secara mikro, tidak ada kajian tidak ada percontohan sehingga akhirnya koperasi ini berada pada posisi yang labil,” kata tokoh Koperasi Internasional, Robby Tulus, merespon wartawan, Kamis malam 9 Juli 2026 di Lantai II Kopdit Obor Mas.
Menurut Robby Tulus, berdirinya sebuah koperasi harus muncul dari kebutuhan anggota. Sedangkan KDKMP turunan dari atas maka proses menjadi kepemilikan itu akan memakan waktu yang lama sekali
“Dalam kelamaan ini, opini publik sudah terbentuk bahwa ini tidak jalan. Ini yang muncul kan KDKMP. Sosialisasinya salah dan saya kira ini imbas juga dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini besar sekali pengaruhnya terhadap KDKMP,” kata Robbby Tulus.Kemungkinan gagal? “Saya akan mengatakan begini. Dia akan gagal kalau sumber daya manusia (SDM) sebanyak 30 ribu lebih yang disiapkan ini tidak berfungsi,” katanya.
Ia menambahkan, kalau mereka berfungsi baik, semoga tidak semuanya. Tapi paling kurang nasibnya tidak seperti KUD, semua SDM-nya dari atas.
“Mereka mengharapkan SDM ini dididik dari dari bawah, semoga ini berhasil. Walahu alam kan. Kita coba lihat bagaimana hasil terbaik,” ujarnya.
“Saya kira kajian tiga tahun mendatang ini akan menentukan apakah potensial atau tidaknya,” kata Robby Tulus.
